Pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis sistem ganda di Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 1990-an sebagai upaya untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Pendekatan ini menekankan pembelajaran berbasis kerja melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Seiring dengan perkembangan global, berbagai praktik baik internasional turut memperkuat ekosistem vokasi di Indonesia. Salah satunya adalah pengenalan pendekatan pelatihan pelatih tempat kerja berbasis sistem dual Jerman melalui program Ausbildung der Ausbilder International – Basis (AdAIB) sejak tahun 2015, yang menjadi referensi penting dalam penguatan kapasitas trainer industri.
Di tingkat regional, negara-negara ASEAN juga mengembangkan standar kompetensi bagi pelatih tempat kerja yang mengadopsi praktik terbaik internasional. Standar ini kemudian disahkan pada tahun 2018 sebagai acuan bersama dalam meningkatkan kualitas pelatihan berbasis kerja di kawasan ASEAN.
Di Indonesia, upaya penguatan sistem vokasi semakin menguat melalui berbagai inisiatif kolaboratif antara pemerintah dan dunia industri. KADIN Indonesia mulai berperan aktif sejak tahun 2017 dalam penyelenggaraan pelatihan pelatih tempat kerja, serta mendorong adopsi standar internasional ke dalam sistem nasional.
Momentum ini semakin diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan praktisi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sebagai respon terhadap kebutuhan akan wadah nasional yang terstruktur bagi para praktisi vokasi sistem ganda, berbagai pemangku kepentingan dari industri, pelatihan, serta asosiasi profesi bersepakat untuk membentuk organisasi profesi yang mampu menghimpun, mengembangkan, dan memberdayakan praktisi vokasi di Indonesia.
Melalui proses kolaboratif tersebut, Perkumpulan Praktisi Vokasi Sistem Ganda Indonesia (PPVSGI) secara resmi didirikan pada tahun 2025 sebagai organisasi profesi nasional yang bersifat mandiri, nirlaba (not-for-profit), dan non-politis, yang berfokus pada penguatan sistem vokasi berbasis kerja di Indonesia.
PPVSGI didirikan dengan dukungan dari:
Kementerian Perindustrian
Kementerian Pariwisata
Program Skills for Competitiveness (S4C)
Program Sustainable Tourism Education Development (STED)
Program S4C dan STED merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Federal Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO), serta diimplementasikan oleh Swisscontact Indonesia.
Dukungan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sistem vokasi berbasis kerja dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Sejak pendiriannya, PPVSGI berperan sebagai:
Wadah komunikasi dan kolaborasi praktisi vokasi sistem ganda
Platform pengembangan kapasitas trainer industri
Jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja
Mitra strategis pemerintah dan industri dalam pengembangan vokasi
PPVSGI juga berkontribusi dalam mendorong penguatan standar kompetensi, pengembangan praktik baik, serta peningkatan kualitas pelatihan berbasis kerja yang selaras dengan kebutuhan industri di tingkat nasional maupun regional.