In-Company Trainer (In-CT) adalah praktisi di lingkungan industri yang berperan sebagai pelatih (trainer) dalam proses pembelajaran berbasis kerja (work-based learning).
In-Company Trainer tidak hanya mentransfer keterampilan teknis, tetapi juga membimbing peserta didik dalam mengembangkan sikap kerja, budaya industri, serta kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam sistem vokasi ganda, In-Company Trainer memiliki peran kunci sebagai:
Pelatih dan fasilitator pembelajaran di tempat kerja
Penghubung antara dunia pendidikan dan dunia industri
Pembimbing peserta dalam penguasaan kompetensi kerja nyata
Penjamin kualitas proses pelatihan di perusahaan
Dengan kata lain, In-CT berfungsi sebagai core actor dalam implementasi pembelajaran berbasis kerja.
In-Company Trainer Training adalah program pengembangan kapasitas yang dirancang untuk mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi praktisi industri agar mampu menjadi pelatih yang efektif di tempat kerja.
Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pelatihan di perusahaan:
Terstruktur
Berbasis kompetensi
Selaras dengan kebutuhan industri
Mendukung implementasi sistem vokasi ganda
Program In-Company Trainer Training dikembangkan dengan mengacu pada pendekatan internasional AdAIB (Ausbildung der Ausbilder International – Basis) dari Jerman.
Pendekatan ini dikenal sebagai salah satu praktik terbaik dalam sistem vokasi ganda karena menekankan:
Perencanaan pelatihan berbasis kompetensi
Metodologi pembelajaran di tempat kerja
Evaluasi hasil belajar secara sistematis
Peran trainer sebagai mentor dan pengembang SDM
Dengan mengacu pada AdAIB, pelatihan In-CT memastikan kualitas trainer industri yang setara dengan praktik terbaik internasional.
Seorang In-Company Trainer yang kompeten diharapkan memiliki kemampuan dalam:
Menyusun rencana pelatihan berbasis kompetensi
Menyelaraskan kebutuhan industri dengan kurikulum pendidikan
Mengajar dan membimbing peserta di tempat kerja
Menggunakan metode pembelajaran berbasis praktik
Memberikan arahan dan umpan balik
Menjadi role model dalam sikap kerja dan profesionalisme
Menilai perkembangan kompetensi peserta
Menggunakan logbook dan observasi
Dalam implementasi sistem ganda, In-Company Trainer:
Menjadi ujung tombak pelaksanaan pelatihan di perusahaan
Memastikan capaian pembelajaran terpenuhi
Menjaga kualitas pembelajaran berbasis kerja
Berkoordinasi dengan sekolah atau perguruan tinggi vokasi
Tanpa In-CT yang kompeten, sistem vokasi ganda tidak dapat berjalan secara efektif.
Meningkatkan kemampuan mengajar di tempat kerja
Memahami metode pembelajaran berbasis industri
Memperkuat posisi profesional sebagai trainer
Menjamin kualitas pelatihan internal
Mengembangkan SDM secara sistematis
Menyiapkan pipeline tenaga kerja kompeten
Meningkatkan kualitas implementasi sistem ganda
Mendorong link and match antara pendidikan dan industri
In-CT Training Hari 1
In-CT Training Hari 2
In-CT Training Hari 3
In-CT Training Hari 4
In-Company Trainer Training dirancang dengan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan aplikatif, melalui pilihan full offline maupun blended learning yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pada model offline, peserta mengikuti pelatihan intensif selama lima hari penuh dengan metode interaktif—diskusi, studi kasus, simulasi, dan praktik langsung—yang memastikan setiap peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu langsung menerapkannya di tempat kerja. Program ini kemudian dilanjutkan dengan asesmen kompetensi melalui ujian tertulis dan praktik yang mengukur kesiapan peserta sebagai pelatih di industri.
Untuk perusahaan yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi, model blended learning menjadi solusi ideal. Peserta dapat memulai pembelajaran secara mandiri melalui platform digital, dilengkapi dengan materi interaktif, tugas praktis seperti penyusunan rencana pelatihan, serta simulasi metode mengajar. Setelah itu, sesi tatap muka difokuskan pada praktik, penguatan kompetensi, dan interaksi langsung dengan fasilitator. Pendekatan ini memungkinkan proses pembelajaran tetap optimal tanpa mengganggu produktivitas kerja, sekaligus memastikan hasil pelatihan yang nyata dan berdampak langsung bagi perusahaan.